Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di PandeglangKenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Agustus 2009 | Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Pulau Deli


Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Pulau Deli merupakan salah satu pulau terluar yang terletak di Samudera Hindia. Pulau dengan keliling sekitar 25 km itu adalah tempat titik dasar batas wilayah di Selatan Propinsi Banten. Pulau yang luasnya sekitar 650 hektar tersebut dibagian tengahnya merupakan rawa-rawa yang genangan airnya meluas sekitar 50 hektar di musim hujan. Tempat tertinggi di Pulau deli hanya sekitar 5 meter, namun sebagian besar pulau yang berstatus hutan lindung tersebut dipenuhi beragam pepohonan. Sekeliling Pulau Deli trumbu karang menjadi pagar yang sulit dilintasi apalagi disaat surut, satu-satunya lokasi yang relatif aman bagi perahu untuk mendekati pantai adalah di wilayah blok Penyu



Jika anda ingin Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Pulau Deli dapat dicapai melalui jalan darat dari Jakarta menuju Pandeglang dengan kendaraan roda empat, dengan jarak sekitar 111 km. Untuk menuju Pulau Deli, dari Pandeglang perjalanan ditempuh melalui Pelabuhan Muara Binuangen yang terletak di Pantai Binuangen. Dari Pantai Binuangen ke Pulau Deli digunakan kapal motor berkecepatan rata-rata 5 knot yang apabila laut dalam kondisi tenang. menempuh waktu 3-4 jam



Kondisi perairan di sekitar Pulau Deli jernih dengan ombak yang relatif tinggi sebagaimana karakteristik perairan di pantai selatan Pulau Jawa. Arus di daerah perairan pulau ini tidak menentu walaupun cenderung berasal dari arah barat dan timur karena posisinya terletak di perairan laut terbuka Samudera Hindia. Tinggi gelombang rata-rata di daerah ini adalah 2-3 meter. Pada musim tertentu, tinggi gelombang dapat mencapai 5-6 meter bahkan lebih. Pantai di sepanjang Pulau Deli bentuknya berubah-ubah tergantung kekuatan ombak. Pada tempat yang sama terkadang keadaan pantainya landai dan cukup lebar tetapi di lain waktu dapat menjadi curam dan sempit. Air laut cukup jernih sehingga dari permukaan dapat dilihat batu-batu karang yang keadaannya sudah mati.



Nilai tambah dalam Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Pulau Deli adalah memiliki berbagai jenis tutupan terumbu karang, namun tidak semua perairan terdapat terumbu karang yang masih hidup. Biota yang hidup berasosiasi dengan terumbu karang dasar perairan Pulau Deli didominasi oleh kelompok ikan karang dan udang lobster. Selain berbagai jenis ikan, juga ditemukan sea weed dengan kadar minimum. Di bagian barat laut Pulau Deli terdapat ekosistem terumbu karang yang masih baik keadaannya, yaitu di sekitar Blok Pondok Gede. Di antara jenis batu karang yang ditemukan antara lain acropora bercabang dan bermacam-macam ganggang yang terutama terdapat di pantai selatan.



Perairan Pulau Deli memiliki kekayaan hayati yang melimpah, antara lain berbagai jenis ikan karang, ikan pelagis besar dan kecil seperti jenis tuna, tenggiri, tongkol, kembung dan ikan lainnya. Sekitar Pulau Deli menjadi area penting bagi nelayan dan penduduk setempat sebagai daerah penangkapan ikan dan udang lobster. Alat tangkap yang digunakan oleh para nelayan antara lain pancing tonda, pancing rawai, purse seine dan gillnet. Cukup untuk menambah akan pengalaman dalam program Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang



Potensi sumberdaya alam di Pulau Deli akan meningkat kan potensi Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang yaitu berupa satwa kera ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan salah satu komoditas ekspor non migas yang dapat memberikan sumbangan bagi devisa negara dan penyerapan tenaga kerja untuk mengusahakannya dengan cara dijual atau diekspor. Sekarang kawasan hutan Pulau Deli yang berada di pandeglang dikelola oleh Perum Perhutani Provinsi Banten sehingga untuk memasuki Pulau Deli harus mendapat ijin dari Perhutani Banten. Satwa asli yang dapat dijumpai di Pulau Deli adalah burung raja udang (Halcyon chloris) dan burung dara laut (Chlidonias leucopterus) serta biawak (Varanus salvator) dan sanca emas (Phyton sp) yang merupakan predator bagi kera ekor panjang. Sebagaimana daerah pantai lain, di kawasan ini juga banyak ditemukan jenis-jenis moluska seperti kumang, matapeucang dan kepiting. Satwa di Pulau deli yang dilindungi antara lain burung raja udang, pecuk ular, elang laut dan kuntul karang dari kelas aves, sedangkan dari kelas reptilia adalah sanca bodo dan sanca emas. Di antara satwa yang berada di Pulau Deli ada beberapa yang bukan asli kawasan yaitu kera ekor panjang, katak dan tikus. Di bagian utara Pulau Deli, vegetasi didominasi oleh katapang (Terminalia catappa), nyamplung (Calophyllum inophyllum) dan butun (Baringtonia asiatica). Sedangkan mulai pantai bagian timur ke arah selatan didominasi oleh pandan (Pandanus tectorius). Disamping itu terdapat pula bintaro (Cerbera manghas Vesque). Di pantai bagian selatan pulau ini tidak dijumpai pepohonan seperti di pantai utara. Pantai di Pulau Deli agak tinggi dan kering sehingga tidak dijumpai ekosistem mangrove. Vegetasi katapang (Terminalia catappa) di Pulau Deli Bagian tengah pulau pada musim hujan banyak yang tergenang air dan menyerupai rawa-rawa kecil. Pepohonan yang dijumpai di sini adalah khas tumbuhan hutan daratan rendah seperti gempol (Anthocephalus cadamba) dan ipis kulit (Kibessia azurea). Genangan rawa yang cukup luas sebagian besar tertutup oleh walingi (Scirpus grossus). Selai itu terdapat pula rumput kibau dan kipangku. Pada rawa-rawa dijumpai ganggang. Di samping pepohonan, ditemukan juga jenis-jenis tumbuhan bawah seperti sulangkar (Leea indica), iles-iles (Amorphophallus campanulatus) dan pacing (Costus speciosus). Jenis liana/epiphyt yang ditemukan diantaranya rotan (Callamus sp) dan kadaka (Drymaria sp). Dilihat dari jenis tumbuhan yang ada, di Pulau Deli ditemukan tipe ekosistem hutan pantai dan hutan dataran rendah. Hutan pantai dicirikan dengan adanya ketapang, nyamplung dan butun. Sedangkan gempol, ipis kulit, hampelas biasa terdapat pada hutan dataran rendah. Sebagian besar kawasan hutan lindung di Pulau deli masih berupa hutan alam. Dengan demikian vegetasi yang ada masih asli. Hanya di dekat base camp penangkar milik CV. Primates yang terdapat beberapa tanaman perdu bukan asli. Pohon yang mendominasi kawasan hutan lindung adalah merbau, selanjutnya adalah jambu kopo, hampelas, ipis kulit dan kitambaga. Pada pantai utara pulau ditumbuhi oleh pohon-pohon berkayu dengan tajuk yang cukup rapat. Jenis yang banyak ditemukan adalah katapang, nyamplung, kempis dan badur. Mulai bagian timur sampai ke selatan dan barat, hanya ditemukan jenis pandan, bintaro dan beberapa tumbuhan bawah. Tumbuhannya tampak meranggas disebabkan oleh terpaan angin barat yang cukup kencang. Di antara jenis tumbuhan yang tidak terlalu banyak di hutan lindung Pulau Deli terdapat binar dan hantap yang menurut Laporan Balai Penyelidikan Kehutanan No. 35 (tahun 1950) termasuk pohon yang jarang didapat. Di samping itu juga terdapat tumbuhan yang berkhasiat obat, seperti tercantum di dalam Buku Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan Obat Hutan Tropika Indonesia , dan teruskan program Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang


Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Pulau Liwungan

Kenali Dan Kunjungi Objek Wisata Di Pandeglang
Program Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang kali ini mengajak anda ke Pulau liwungan .Pulau Liwungan merupakan salah satu gugus kepulauan yang terletak di Kabupaten Pandeglang, tepatnya di Kecamatan Panimbang. Pulau ini memiliki luas ± 50 hektare dengan kondisi pantai karang dan berbatu.
Seperti kebanyakan pulau-pulau kecil di Kabupaten Pandeglang, Pulau Liwungan merupakan pulau yang belum secara maskimal dimanfaatkan, hal ini terlihat dari tidak adanya penduduk yang menetap serta tidak adanya sarana dan prasarana umum yang dibangun di pulau itu. Itu juga yang menjadi hambatan dalam program Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang
Kalau dilihat dari kondisi fisik alami, Pulau Liwungan diketahui memiliki sedikit hutan mangrove, memiliki biota air padang lamun dan terumbu karang. Untuk potensi perikanan, pulau ini memiliki potensi budidaya laut yang cukup bagus, diantaranya untuk budidaya rumput laut dan pertambakan udang. Hal ini dikarenakan kondisi perairan yang masih relative bersih dan belum terkontaminasi oleh pencemaran laut.
Dari segi penangkapan ikan, perairan sekitar Pulau Liwungan merupakan fishing ground yang cukup potensial. Saat Samudera Biru mengunjungi pulau itu beberapa waktu lalu terlihat puluhan kapal nelayan sedang melakukan penangkapan ikan di daerah ini, rata-rata mereka menggunakan alat tangkap jaring payang.
Secara umum, Kabupaten Pandeglang memiliki 14 (empat belas) pulau-pulau kecil yang tersebar di 4 (empat) kecamatan. 5 (lima) pulau diantaranya termasuk dalam Taman Nasional Ujung Kulon yakni : Pulau Pamagangan, Pulau Boboko, Pulau Handeuleum, Pulau Peucang dan Pulau Panaitan.
Untuk potensi peluang investasi di pulau-pulau kecil di Kabupaten Pandeglang secara umum meliputi: bidang pertambangan, kelautan dan perikanan, dan pariwisata. Untuk sector kelautan dan perikanan dapat dikembangkan budidaya laut dan penangkapan ikan.
Permasalahan umum pengembangan pulau-pulau kecil di Kabupaten Pandeglang adalah belum jelasnya status pengelolaan/kepemilikan pulau-pulau kecil serta masalah penataan ruang pesisir dan pulau-pulau kecil. Selanjutnya Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang akan mengajak anda untuk mengenal beberapa objek wisata di pendeglang.

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Pulau Umang

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Pulau Umang. Begitu tiba di dermaga dan sambil menyusuri dermaga menuju pulau, kita akan melihat pasirnya yang putih dan birunya laut. Pemandangan pantai yang indah, sehingga tempat ini juga bisa dipakai dalam foto prewedding. Ketika sampai di lobby, Anda akan langsung disambut dengan minuman selamat datang yang berupa juice dan handuk basah yang segar. Sangat menyegarkan setelah harus melakukan perjalanan yang memakan waktu sekitar 5 jam dari Jakarta. Pengelola juga menyediakan transportasi dari Jakarta bila kita enggan menggunakan kendaraan sendiri.
Pulau Umang merupakan pulau yang luar biasa, walaupun hanya seluas 5 hektar, pepohonan dan rumput tampak tumbuh subur padahal kalau serapannya air laut atau payau pasti tumbuhan di pulau tersebut tidak bisa subur. Manajemen Pulau Umang tak segan-segan ‘meng-import’ air dari daratan di Kecamatan Sumur dan sekitarnya bila musim kemarau datang.
Di pulaunya memang banyak ditanami pohon kelapa dan ketapang. Pulau yang hanya 15 menit bisa dikelilingi dengan berjalan kaki ini, juga memiliki pengembangan terumbu karang, namun tampaknya butuh kesabaran karena usianya yang masih muda. Kendalanya banyak karang yang rusak karena terinjak atau diambil oleh wisatawan maupun masyarakat sekitar, walaupun sudah ada peringatan berupa pembatas bambu.
Untuk menunjang program Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Di pulau ini terdapat resort atau villa. Suite tempat bermalam sangat nyaman. Setiap villa terbagi 2 sama besar dengan pintu sebagai penghubung. Ruang tamu yang dilengkapi sofa membuat kita dapat lebih menikmati saat berkumpul di ruangan ini. Kamar mandi bergaya pedesaan, dengan hiasan dari tanah liat yang berkesan alami. Pada lantai atas, terdapat tempat tidur yang sangat romantis dengan bagian atas dari kaca, sehingga kita dapat memandang bintang pada malam hari.
Kita juga dapat bersantai di gazebo yang terdapat di depan masing-masing suites tempat kita menginap dan berada tepat di pantai. Tempat yang ideal untuk menikmati sunrise atau sunset. Saat makan malam suasana romantis bisa Anda dapatkan bila ingin makan di tepi pantai sambil mendengar suara ombak. Atau bisa juga di dalam cafe sambil mendengarkan alunan lagu yang dilantunkan penyanyi.
Tamu yang datang ke Pulau Umang, sudah termasuk menikmati Pulau Oar, pulau yang juga masih bagian dari program Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang dan manajemen Pulau Umang ini dapat di tempuh dalam lima menit dari Pulau Umang dengan perahu motor, bedanya, di Pulau ini masih lebat pepohonannya dan hanya ada gubuk-gubuk untuk beristirahat selepas menikmati pantai.
Di Pulau ini wisatawan Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang juga dapat menikmati fasilitas seperti jetski, banana boat dan speedboat. Walau masih banyak karang di pantai namun pasirnya yang putih terasa lembut. Anak-anak pun riang bermain di pantai Pulau Oar, berenang dan bermain pasir di pantai.
Layaknya sebuah pantai, di Pulau Oar banyak dijumpai pohon kelapa, dan tanaman bakau yang berfungsi sebagai penahan abrasi pantai, selebihnya pohon ketapang dan semak belukar. Tidak seperti di Pulau Umang, karang disini masih banyak dan besar-besar, sehingga apabila berniat mengelilingi pulau tersebut harus menggunakan alas kaki, karena karangnya yang tajam bisa melukai kaki.

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Curug Gendang

 Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Curug Gendang

‘Curug’ berarti air terjun dan menurut kepercayaan penduduk setempat, suara jatuhnya air terjun itu mirip sekali dengan suara tambur atau gendang. Maka air terjun yang semula bernama Curug Citajur itu lebih dikenal dengan sebutan Curug Gendang.
Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Curug Gendang merupakan tempat yang cukup bersejarah bagi perjuangan bangsa pada masa penjajahan Belanda dahulu. Menurut cerita orang-orang sekitar, Tempat Wisata Alam yang saat ini banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara ini sempat dipakai sebagai wilayah persembunyian para pahlawan saat peperangan.
Berada di ketingian 170 meter dari permukaan laut dan jauh dari keramaian kota, proses Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang tidak akan terganggu, di temani suara gemuruh air terjun yang mata airnya berasal dari hulu Gunung Pangajaran terasa sangat mempesona. Air terjun setinggi 7 meter dengan kedalaman 13 meter dan luas 10 meter yang berada di daerah Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang itu bernama Curug Gendang.

Jalan Setapak dan Pemandangannya
Dalam perjalanan Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang , Curug Gendang dapat di akses dari jalan raya Carita, dengan jarak 2 kilometer untuk menuju Curug Gendang, diperlukan waktu sekitar 30 menit berkendaraan. Tapi kemudian kendaraan harus ditinggalkan di area parkir dan pengunjung yang ingin menikmati jernihnya air Curug Gendang mesti rela ber-off-road ria alias berjalan kaki. Hati-hati, jalan setapak yang ditempuh berbatu juga licin, karena kelembaban hutan dataran rendah yang selalu membasahi jalan.
Sekitar satu kilometer perjalanan berliku, menanjak dan menurun menuju lokasi akan menjadi pengalaman penjelajahan tersendiri karena sepanjang perjalanan pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan yang terhampar. Berbagai macam tanaman yang tumbuh liar, seperti pohon durian dan sebagainya membawa suasan sejuk yang alami. Kicauan suara burung juga aneka satwa seperti monyet yang berkeliaran juga memberi kesan keasrian lokasi Curug Gendang.
Tidak hanya itu, jalan setapak di antara punggung-punggung gunung di pinggir jurang menuju curug juga memberikan pemandangan lautan yang terbentang luas, hijaunya pepohonan di kaki bukit bahkan Gunung Krakatau yang tampak dikejauhan. Panorama alam yang patut diabadikan.

Beratraksi atau Berkemah
Tiba di lokasi, gemuruh dan percikan air terjun Curug Gendang mulai menyapa. Jernihnya air membuat siapapun pengunjung ingin segera menikmatinya dengan merendamkan kedua kaki setelah penat berjalan. Airnya terasa dingin dan menyejukkan. Ingin dilanjutkan dengan merendam seluruh tubuh alias mandi? Silahkan saja.
Pada waktu-waktu tertentu, jika kebetulan ada anak-anak kampung yang juga berkunjung ke Curug Gendang, kita akan menyaksikan atraksi gratis dari mereka yakni terjun bebas dan berenang di bawah air terjun. Mereka sangat pandai melakukan itu.
Di sekitar lokasi air terjun juga tersedia areal yang kerap kali digunakan pengunjung untuk berkemah dengan hanya membayar tarif tertentu untuk satu malam. Bagi mereka yang ingin merasakan petualangan di alam luar, sekaligus Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang menginap di lokasi Curug Gendang memang patut dicoba.


 
Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang